Monday, 21 May 2018

RANDOM TALK: TENTANG HOAX DI JEJARING SOSIAL SERTA TIPS DAN CARA MENDETEKSI HOAX

Source image : Pexels

Udah hampir 2 bulan gak nulis, balik-balik bukannya bawa cerita seru misal abis jalan-jalan kemanaaa gitu atau apalah. Ini malah curhat. Tapi gapapa yaa, kali-kali aja ada yang bisa diambil pesan positifnya.

Mau ngomongin tentang HOAX nih, alias berita bohong. Sebenernya terlalu banyak hoax yang bisa kita jadiin contoh bahasan, tapi kali ini saya mau ambil contoh dari beberapa hoax yang masuk sebagai broadcast di salah satu group chat di WA saya. Contohnya gini :

contoh 1

Dan bisa ditebak, gak lama kemudian beberapa orang di group merespon dengan langsung percaya begitu aja terhadap broadcast tersebut. Denger berita seperti itu terjadi di kota tempat mereka tinggal? Panik pastinya.

By the way bantahan atas berita tersebut ada disini.

Oh ya.. Meanwhile, mengetahui bahwa kebetulan rumah keluarga saya berasal dari kelurahan dan kecamatan yang sama dengan berita tersebut, karena khawatir maka Tante saya di group WA keluarga (beda group WA ya sama group WA yang sebelumnya yang lagi dibahas) pun pernah mengirim broadcast persis seperti itu, tapi bedanya setelahnya disertai pertanyaan "Bener gak sih ini? Atau cuma hoax?" Jadi jatohnya menurut saya bukan menyebar hoax, tapi mencari konfirmasi; bener atau salah.

Contoh hoax selanjutnya, masih dalam group WA yang sama :


contoh 2

Nah, hoax ini sih yang akhirnya memicu saya untuk ngebuat tulisan ini. Sebelumnya, baca dulu bantahan untuk berita tersebut disini.

Karena udah gemas dengan hoax-hoax yang beredar di group WA tersebut, setelah check & recheck untuk memastikan benar-benar bahwa berita tersebut adalah hoax, akhirnya saya yang sebenernya hanya seorang silent reader di group WA tersebut memberanikan diri untuk menginformasikan bahwa berita itu adalah HOAX, gak lupa dengan menyertakan link bantahannya. Tujuannya? Hanya agar anggota-anggota dari group WA tersebut gak lagi-lagi dengan mudahnya percaya begitu aja terhadap berita broadcast'an yang akhirnya menimbulkan kepanikan yang tidak semestinya. Apalagi kalau ada yang kemudian membroadcast kembali berita tersebut di group-group chat yang lain. Udah deh, dijamin gak akan kelar-kelar itu hoax penyebarannya.

Maksud hati ingin mengklarifikasi, tapi tanggepan dari si penyebar berita tersebut dan beberapa anggota group yang lain koq ya malah...

"Saya hanya dapat info dari group sebelah.. Tapi mungkin memang ada baiknya Bun untuk tidak sering-sering mengkonsumsi makanan kalengan" kata si penyebar berita. Tanpa ada kata "Maaf", tanpa ada rasa gak enak udah ambil andil ikut menyebar berita bohong.

Beberapa anggota group WA tersebut pun merespon dengan kalimat senada. Intinya bahwa tetap berusaha menghindari makanan kalengan itu lebih baik dan gak ada salahnya. Waspada itu yang terpenting. Dan beberapa anggota lainnya pun ikut mengamini.

Saya? Tentu aja setuju dengan pernyataan itu. Wong pernyataan itu 100% bener koq.

TAPIII,

Yang jadi masalah dan yang saya maksud bukan isi dari berita tersebut. Bukan tentang APA BERITANYA. Ini tentang tanggung jawab kita sebagai pendistribusi/penyampai/penyebar berita, apakah berita yang kita sampaikan tersebut BENAR adanya, dan tanggung jawab kita sebagai penerima berita untuk mengkroscek apakah kabar/berita yang kita terima tersebut BENAR isinya.

Contoh, If I were in her shoes (si penyebar berita), mungkin saya akan respond dengan "Oh hoax ya ternyata?? Aduh maaf ya Buibu .. Alhamdulillah kalau pada kenyataannya gak seperti yang diberitakan ya.. Maaf belum sempat kroscek beritanya dulu tadi." OR SIMPLY "Thanks infonya." atau "Thanks klarifikasinya." SELESAI. Bukan malah mencari pembenaran.

Oh ya, di Islam pun, dalam Al Quran ada ayat yang juga menjelaskan perihal berita bohong :

"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar." (QS. An Nur : 11)

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. Al Hujurat : 6)

Kalimat denial seperti "saya cuma forward beritanya dari group sebelah koq" menurut saya justru hanya show others bahwa kita kurang bertanggung jawab dan malah 'cuci tangan' ketika kita tau bahwa apa yang kita lakukan atau berita yang kita sampaikan ternyata salah.



Berikut ini adalah TIPS DAN CARA MENDETEKSI BERITA BOHONG (HOAX) :



1) Jangan Terpancing Judul Berita yang Provokatif Tanpa Membaca Keseluruhan Isi Berita

Intinya, jangan males baca. Jangan cuma baca headline-nya aja, padahal isinya malah gak ada memberitakan seperti yang di judul.

2) Cek Sumber Berita

Coba liat, berita atau artikel tersebut dikeluarkan oleh siapa; resmi dari instansi/ahli/pihak yang berwenang bukan? Atau jangan-jangan hanya sekedar artikel yang berisi opini personal.

3) Do Our Research

Jangan telan bulat-bulat berita atau broadcast yang beredar di medsos, apalagi di group chat. Cari kebenarannya. Dengan cara apa? Googling bisa dong ya. Kalau udah googling dan liat banyak hasil pencarian yang serupa, baca satu-satu dan bandingkan berita versi situs web A, B, dan C. Kalau ada perbedaan (misal nama kota, atau lainnya) itu artinya patut dicurigain. Terlalu sama bahkan seperti copy-paste antar situs web A, B, dan C? Itu juga tandanya ada yang gak beres.

4) Cek Tanggal Publish

Sebagai contoh, berita bohong mengenai makanan kalengan seperti broadcast di atas saya terima di group WA pada bulan April tahun 2018, sedangkan ketika saya kroscek ternyata 'issue' tersebut adalah hoax tahun 2013 😲. Wow! Awet banget ya hoax-nya.

5) Cari Supporting Evidence Lain

Kalau di broadcast tersebut terdapat link pendukung, jangan males buka linknya. Beneran bisa kebuka gak linknya? Atau malah blank page gitu? Misal pun linknya bisa dibuka, coba diliat lagi situs web-nya, apakah dari web yang terpercaya?? Dan jika nama situs/web tersebut familiar/terpercaya (misal situs web salah satu portal berita atau stasiun televisi) ada baiknya cari tau lagi apakah ITU benar situs web dari portal berita atau stasiun televisi tersebut. Contoh; situs web Liputan6 yang benar penulisannya adalah www.liputan6.com bukan www.liputan6.net atau co.id, bukan juga www.liputanenam.com


Saya yakin banyak dari kita yang udah sadar hoax, tapi gak menutup mata bahwa pada kenyataannya juga masih banyak orang-orang di sekitar kita yang belum paham dengan hal itu. Yang harus kita ingat adalah kita harus bener-bener paham dan BERTANGGUNG JAWAB terhadap kabar/berita yang kita sampaikan ke orang lain, khususnya ke khalayak ramai. Dan yang terpenting, jangan suka ikut-ikutan share/forward berita/artikel yang belum jelas kebenarannya.

HOAX itu pembodohan publik. Masa kita mau aja sih gampang dibodoh-bodohin dan dibuat ricuh dengan adanya hoax? Yakin mau? :)



Monday, 12 March 2018

SHARING EXPERIENCE: KEHAMILAN PERTAMA, DINYATAKAN BLIGHTED OVUM (BO) DAN BERAKHIR DENGAN KURET

[DISCLAIMER] Pengalaman yang akan saya share disini adalah pengalaman pribadi saya. Sebagai orang awam yang kurang familiar dengan istilah medis, saya meminta maaf sebelumnya apabila ada penggunaan istilah atau penjelasan yang kurang tepat pada artikel ini. Tulisan ini semata-mata saya buat hanya untuk sharing pengalaman dan informasi (yang saya dapat) kepada pembaca.

Di sini saya akan menuliskannya dalam '2 bagian'. Pada bagian pertama saya akan bercerita tentang masa-masa pemeriksaan kehamilan sampai dinyatakan BO, dan di bagian kedua baru saya akan bercerita tentang proses kuretnya. Jika merasa tulisan ini terlalu panjang, sila langsung jump in saja ke bagian kedua (masih dalam postingan ini)

* * *


Bagian 1

Kurang lebih setelah 3 bulan pernikahan, mengetahui bahwa saya positif hamil adalah suatu moment yang sangat membahagiakan bagi saya dan suami. Keesokan harinya setelah (total) melakukan triple check dengan menggunakan test pack, akhirnya kami pergi untuk final check ke klinik bidan.

Bu bidan menjelaskan kepada saya bahwa berdasarkan perhitungan haid, usia kehamilan saya memasuki minggu ke-6, namun jika dilihat dari hasil USG yang menunjukan kantung janin yang masih kosong, beliau memperkirakan usia kehamilan saya masih berusia sekitar 3 minggu. Sebelum pulang, Bu bidan menyarankan saya untuk banyak mengkonsumsi makanan-makanan yang tinggi asam folat. Saat itu saya pun diberikan vitamin dan asam folat tambahan untuk saya konsumsi selama kurang lebih 2 minggu, tak lupa beliau meminta saya untuk memeriksakan kondisi kehamilan saya 10 hari kemudian.

Saya datang kembali sesuai jadwal yang disarankan sebelumnya oleh Bu bidan untuk memeriksakan kembali kehamilan saya. Pada saat itu seharusnya usia kehamilan saya telah memasuki minggu ke-8. Pada minggu ke-8, seharusnya embrio sudah semakin terlihat jelas. Tapi ketika pemeriksaan USG berlangsung, di monitor terlihat bahwa kehamilan saya masih berupa kantung kosong, tidak ada penampakan janin sebiji jagung pun di dalamnya. Dug! Saya pun mulai resah. Bu bidan bilang, saya harus kembali lagi minggu depan, jika kemudian hasil pemeriksaan masih sama (belum ada janin juga di dalamnya) maka kehamilan saya kemungkinan adalah Blighted Ovum (BO) atau istilah awamnya "hamil kosong" yaitu kehamilan yang tidak mengandung embrio meskipun terjadi pembuahan di dalam rahim.

Singkat cerita, seminggu kemudian setelah melakukan pemeriksaan terakhir di klinik Bu bidan, saya dirujuk oleh beliau ke seorang dokter obgyn yang membuka praktek 24 jam di daerah Duren Sawit. Malam itu juga sepulang dari sana, saya dan suami dengan perasaan corat-marut langsung menuju klinik dokter obgyn yang dimaksud. Berharap mendapat sebuah hasil pemeriksaan berbeda yang tentunya lebih baik, walaupun peluang harapan itu terjadi sangat amat tipis. Sepanjang jalan, saya tak putus-putusnya berdoa dan sesekali menenangkan hati saya sambil menahan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.

Benar dugaan saya, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter ternyata sama dengan diagnosa Bu bidan. Blighted Ovum. Pak dokter kemudian menyarankan saya untuk segera dikuret, lebih cepat lebih baik. Karena malam itu saya masih shock dan masih belum siap (takut, lebih tepatnya) maka saya memutuskan untuk memikirkan "kapan waktu yang tepat" dulu di rumah, sembari saya mempersiapkan diri.

Beberapa hari setelahnya, saya menyibukan diri dengan membaca artikel-artikel mengenai pengalaman kuret di berbagai forum dan blog. Saya ingin tau, sakitkah dikuret itu. Membayangkan perut/rahim kita 'dikorek-korek' (seperti mengerok isi/daging kelapa, kalau kata Pak dokter) membuat saya malah semakin takut dan ngilu! Apakah akan sesakit yang saya bayangkan?


Bagian 2

Setelah mengumpulkan kepingan hati saya yang telah hancur akan kenyataan 'gagal' hamil, dan setelah mengumpulkan keberanian yang cukup untuk mau - tidak - mau harus melakukan kuret, akhirnya saya menetapkan tanggal kapan saya siap dikuret, yaitu 26 September 2017.

Sepulang dari kantor (saat itu saya masih bekerja), saya dan suami langsung menuju klinik. Setelah mendaftarkan diri dan mengurus proses administrasi untuk mendapatkan penanganan kuret yang rencananya akan dilakukan esok harinya, malam itu juga saya diberi 2 butir obat yang harus diminum di sana dan saat itu juga, tak lupa diberi penjelasan lebih lanjut mengenai proses dan penanganan kuretnya. Setelah itu, saya dipersilahkan pulang untuk menunggu obatnya bereaksi di rumah. Bidan/perawat disana juga mengingatkan, kapanpun ketika sudah mulai keluar banyak darah, saya diminta untuk segera datang ke klinik.

Pagi harinya (sekitar 12 jam setelah minum obat yang semalam) darah sudah mulai keluar, seperti saat haid tapi agak lebih banyak. Apakah itu disebut pendarahan, saya kurang tau. Pagi itu juga, saya diantar dan ditemani oleh orang tua saya ke klinik (suami saya sedang mengikuti seminar, btw. Dan memang saya yang menyarankan suami saya untuk tidak perlu menemani saya karena toh ada kedua orang tua saya, dan itu sudah cukup).

Sesampainya di klinik, saya langsung diperiksa oleh bidan/perawat yang berjaga di sana, ternyata masih pembukaan 1, dan saya diminta untuk menunggu beberapa saat lagi sampai pembukaannya cukup sambil menunggu Pak dokter yang kebetulan sedang menangani proses persalinan terlebih dahulu.

Sekitar 2 jam kemudian, saya dipanggil untuk masuk ke ruangan 'operasi'. Yang sangat membuat saya surprised adalah, (menurut ibu saya) proses kuret tersebut hanya berlangsung selama 5 menit. Ya, 5 menit saja! Selama di dalam ruangan, saya dibius total, sehingga alhamdulillah saya tidak merasakan apa-apa. Jadi kalau ditanya, sakitkah dikuret itu? Nope, tidak sama sekali. Jadi, jangan takut.

Setelah proses kuretnya selesai, saya dipindahkan ke ruangan lain untuk menunggu kesadaran saya penuh kembali. Saat proses pemindahan ke ruangan tersebut, samar-samar saya sudah bisa mendengar suara/percakapan di sekitar meskipun badan saya masih mati rasa (belum dapat digerakan sama sekali). And surprisingly, tidak lebih dari 2 jam setelah proses kuretnya selesai, saya sudah bisa pulang ke rumah! Alhamdulillah.. Saya gak pernah menyangka prosesnya akan secepat itu. Tidak ada rasa sakit yang saya rasakan, hanya efek samping dari obat biusnya saja yang ngebuat saya 'eneg' dan pusing. Sebelum pulang, perawat di sana bilang, sangat wajar bila saya merasa mual dan muntah, selain karena efek dari obat biusnya tersebut, juga karena yaa..bayangkan saja, isi rahim/perut kita abis dikorek-korek..masa iya sih gak mual. Tapi, syukur Alhamdulillah-nya lagi, rasa 'eneg' yang saya rasakan gak sampai bikin saya muntah-muntah.

Setelah kuret, saya hanya perlu menjaga pola makan dan asupan makanan saya. Tidak ada pantangan khusus, hanya saja untuk sementara tidak diperbolehkan makan yang pedas-pedas dulu. Seminggu dan sebulan pasca kuret dianjurkan untuk kontrol kembali untuk memastikan bahwa keadaan rahim sudah benar-benar bersih.

Demikian sharing pengalaman dari saya, sekali lagi ini adalah pengalaman saya pribadi yang mana bisa jadi berbeda dengan pengalaman orang lain, karena kondisi dan alasan dibalik mengapa suatu kehamilan harus berujung dengan dikuret itu berbeda-beda. Saya juga tidak lantas beranggapan bahwa 'dikuret itu gak sakit dan bukan suatu masalah besar'. Tidak. Dikuret itu menurut saya tetap suatu keadaan yang sangat serius dan butuh penanganan yang serius pula.

Terimakasih sudah mampir dan semoga bermanfaat 💛

Wednesday, 7 March 2018

REVIEW EMINA CHEEKLIT PRESSED BLUSH (COTTON CANDY)


Assalamualaikum Bu-ibu, Kakak-kakak, Adek-adek, Men-temen 😊

Kali ini saya mau sedikit sharing (atau review) tentang blush on dari Emina yang baru aja saya beli dan coba. Sebenernya blush on ini kalau gak salah udah ada dari lama, tapi entah kenapa saya baru 'ngeh' kalau Emina punya produk blush on yang jenisnya pressed powder kayak gini baru sekitar sebulan - 2 bulan yang lalu, karena sebelumnya yang saya tau produk blushnya Emina cuma yang creamnya aja (Kudet detected 😅)

Setelah saya tau tentang keberadaan blush on ini apa akhirnya saya jadi langsung memutuskan buat beli dan nyoba? To be honest sih enggak. Agak kepincut sih, pingin beli karena packagingnya yang simple, kecil, dan cute tapi gak norak, cuma somehow agak underestimate sama produk-produk Emina yang harganya tergolong murah. Apa harga segitu ngejamin produknya bagus? Begitu pikir saya -pada awalnya. Ya walaupun harganya murah, tapi kan sayang aja kalau ujung-ujungnya gak kepake..

Sampai akhirnya, pas saya nonton video Youtubenya FemaleDaily yang 'FemaleDaily Best of Beauty Award 2017', ternyata... EMINA Cheeklit Pressed Blush keluar sebagai pemenang "Best Blush"!. Wiiihh.. Leh uga nih 😀

Long short story, akhirnya saya mutusin buat beli deh..


Saya beli EMINA Cheeklit Pressed Blush yang shade Cotton Candy, awalnya agak ragu sama shade ini karena keliatannya warnanya terlalu 'gonjreng' ya di gambar, tapi setelah menimbang-nimbang dan nge-compare sama kelima shade lainnya, saya rasa shade Cotton Candy ini yang paling cocok di skintone sawo matang/warm undertone kayak saya. Dan alhamdulillah ternyata iya.


PACKAGING

EMINA Cheeklit Pressed Blush ini memiliki packaging box yang warnanya disesuaikan dengan shadenya, di bagian depan box terdapat lubang di tengahnya, sehingga kita bisa melihat langsung warna shade yang sesungguhnya dari sana. Sedangkan di bagian belakang box terdapat keterangan nama shade, ingredients, netto, dan exp date-nya. Untuk wadah/packaging produknya sendiri berbahan plastik transparan, yang simple namun terkesan imut karena ada aksen white lace di bagian tutupnya. Untuk bagian belakang wadah produk juga sekali lagi terdapat keterangan nama shade dan exp date. Overall, saya suka banget sama packaging dari EMINA Cheeklit Pressed Blush. Ukurannya yang kecil mungil juga gak bikin makan tempat kalau ditaro dalam pouch makeup.

 

TEXTURE AND PIGMENTATION

Tekstur dari blush on ini bener-bener powdery namun gak banyak fall out-nya koq. Kalau swatched di tangan keliatannya agak sedikiiitt ada 'shimmer'nya, tapi ketika saya aplikasikan langsung di pipi, 'shimmernya' sih gak keliatan, justru menurut saya jatohnya malah matte finish.

Nah, dari segi pigmentasi, saya agak bingung sama blush on ini.. Ketika swatched di tangan keliatan sih, walaupun kalau sekali poles keliatannya cuma samar-samar. Tapi ketika langsung pengaplikasian di pipi, blush on ini menurut saya pigmented banget. Yang bikin saya bingung adalah, kalau di hasil foto, penampakan blush on-nya samar-samar banget.. Malah nyaris keliatannya kayak lagi gak pake blush gitu 😅 kenapa ya.. Padahal di kenyataannya pigmented banget lhoo. Apa saya-nya aja yang gak bisa foto? Saya penasaran kan, trus saya googling deh tuh, ternyata review dari user lainnya yang pake blush ini juga sama.. Kalau di camera, blush on-nya juga nyaris pada gak keliatan. Meskipun begitu, saya tetep suka koq, soalnya jatohnya jadi keliatan lebih natural.. Ya gak sih? Hehe..

Indoor, No Edit, No Filter. Blush On-nya nyaris gak keliatan.
Kayak gak pake blush on ya?

SHADE, PRICE, AND WHERE TO BUY

Shade Cotton Candy yang saya pilih memiliki base warna pink dengan hint merah.. Jangan takut liat penampakan warnanya pada kemasan yang terkesan 'ngejreng' yaa.. Karena percayalah, warnanya setelah diaplikasikan gak akan se'medok' itu koq. Karena blush ini pigmented banget, tinggal usap ke pipi pelan-pelan aja, warnanya pasti udah langsung keliatan. Shade yang saya pilih ini warna pink-nya cocok banget untuk dipakai gaya blush on 'demam' atau blush on 'nyebrang hidung' yang lagi kekinian itu 😁

Oh ya, blush on ini terdiri dari 6 shades yang kesemua warnanya terlalu-imut-untuk-tidak-dimiliki. Dan dengan harga yang super affordable (yaitu Rp. 36,000 ajaaahh) menurut saya blush on ini worth it untuk dicoba.
Since Emina ini adalah produk lokal, jadi produk ini cukup mudah ditemukan. Tersedia di counter-counter Emina, supermarket, online shop, atau e-commerce kayak Sociolla, dll.




PRO's

- Packagingnya cute, sizenya yang mungil bikin gak makan tempat kalau ditaro dalam pouch makeup (travel-friendly)
- Harganya affordable banget, malah tergolong murah
- Durability-nya cukup bagus, kena air pas wudhu gak langsung totally hilang
- Pigmented banget
- Bagi yang gak suka blush on yang shimmery, bakal suka sama ini karena finishnya matte
- Untuk shade Cotton Candy ini cocok untuk skintone saya yang sawo matang/warm undertone

CON

- Kalau di camera, blush on-nya nyaris gak keliatan

REPURCHASE?

OF COURSE! Tapi pingin nyobain shade yang lain 😊

Tuesday, 27 February 2018

KNOW YOURSELF!: KECEMASAN/KETAKUTAN TERHADAP PENILAIAN ORANG LAIN DAN CARA MENGATASINYA

Source image : Pexels

Pernah gak kamu bertanya sama diri kamu sendiri, jujur sama diri kamu sendiri, apa sih sebenernya kecemasan/ketakutan yang selama ini ada di diri kamu, yang tanpa sadar sering kali kamu sangkal sendiri?

Nah, kurang lebih dari pertanyaan itulah, I just realized there's something that I worry about - all this time. Sesuatu yang saya gak pernah sadar sebelumnya bahwa sebenernya itu adalah sebuah 'ancaman' buat - dan - dari diri saya sendiri. Why it could be a 'threat'? karena saya yakin kalau saya terus menerus memiliki rasa cemas/takut seperti itu, saya gak akan bisa berkembang.


Jadi, apa tepatnya kecemasan/ketakutan saya itu?

Saya selalu merasa cemas/takut bahwa segala hal yang saya lakukan serta apapun yang saya tulis atau kemukakan di umum akan dinilai oleh orang lain. Pointnya adalah saya cemas/takut terhadap penilaian orang lain. Bukan cuma itu, saya juga punya kecendrungan harus meng-explain setiap hal yang orang lain 'salah tangkap' dari saya.

Maksudnya?

Contoh paling sederhananya gini ;

Ketika saya mau share opini saya di blog ini tentang issue yang sedang berkembang di masyarakat, saya bakalan berfikir puluhan kali yang ujung-ujungnya gak akan jadi saya tulis/posting. Bukan itu aja, untuk sekedar nulis tentang 'unek-unek' atau sharing pengalaman yang pernah saya alami, saya juga selalu ragu.. Tulis enggak tulis enggak...
Kenapa? karena saya cemas, takut, apapun yang saya tulis akan dinilai sama orang lain. Saya takut bakal ada yang bilang ;

"Ini orang sebenermya lagi ngomongin apa sih, gak jelas banget tulisannya"

"Gitu aja diceritain di blog.. Baper banget"

"Ini orang sok tau banget sih"

"Lho koq kayak gitu? seharusnya kan begini begini begini..."

"Gak ngerti masalahnya aja pake segala ngasih opini"

"Suka pamer banget"

"Semua orang juga tau kalik"

"Tulisannya jelek, kalimatnya berantakan"

dan sebagainya..


(Lha, jatohnya koq gue jadi kayak suudzonan sama orang lain ya? 😑 )


Dan gak enaknya lagi, kalau memang ada orang yang salah tangkap/salah paham sama maksud saya, saya kayak ngerasa gelisah. Pingin rasanya saya langsung ngejelasin ke orang tersebut bahwa kenyataannya gak seperti yang mereka maksud. Saya gak terlalu peduli nantinya mereka akan tetap dengan pendapat/kesimpulan 'salah tangkap'nya itu atau enggak, yang penting saya terlebih dahulu HARUS menjelaskan yang sebenarnya ketika saya tau ada orang yang misunderstand sama saya. In any case. Kalau enggak, saya bakal kepikiran terus, and it will make me uncomfortable. Duh ribet kayaknya idup saya ya? 😩 (Untung ogut bukan artis, kalau ogut artis, pasti tiap ada gossip yang menerpa (((MENERPA))) langsung ogut gelar konferensi pers! 😅)


Lalu sebenernya apa alasan yang mendasari saya bisa memiliki kecemasan/ketakutan seperti itu? 

I've to admit that I'm afraid that the judgment may damage my self-image and it's like stepping on my pride. I can't accept it.
Saya tau, kedengarannya saya seperti orang yang terlalu sensitif dan arrogant. Suka - gak - suka, saya harus jujur terhadap diri sendiri, mencari tau apa sebenernya yang menjadi alasan saya memiliki kecemasan/rasa takut seperti itu karena hanya diri saya sendiri yang tau alasannya, agar kedepannya saya bisa mencari cara untuk segera mengatasinya. 


Sekarang saya sudah tau kecemasan/ketakutan apa yang saya miliki serta alasan apa yang mendasari saya bisa memiliki kecemasan/rasa takut seperti itu, lalu apakah ada solusinya?

Ketika saya curhat tentang hal ini ke Mas Farkhan, Mas Farkhan bilang ; "Pada dasarnya, kita gak bisa memaksakan apapun pendapat/keinginan kita terhadap orang lain. Gak ada bener atau salah, cuma masalah perbedaan sudut pandang aja. Kayak misal kita liat angka 9, dari point of view yang kita liat itu adalah angka sembilan, tapi kalau orang lain yang liat dari sudut pandang sebaliknya, itu bukan sembilan, melainkan enam. Sama halnya sama penilaian orang, kita berfikir 'ini bukan hal aneh' tapi mungkin bagi sudut pandang orang lain, bisa jadi itu 'agak aneh'/gak biasa. Jadi gak ada gunanya terus-terusan mikirin pendapat atau penilaian orang lain". dan yaa, saya pun mengamininya.

Saya mau setiap problem yang saya temukan pada diri saya, sebisa mungkin saya cari cara untuk mengatasinya. Karena saya sadar betul bahwa kecemasan/ketakutan tersebut gak baik untuk diri saya, juga 'kecendrungan menjelaskan' yang sebenernya gak penting untuk dilakukan. Alhamdulillah, sekarang-sekarang ini saya merasa jauh lebih baik berkat sugesti-sugesti positif yang saya tanamkan dalam diri saya, and till now I can proudly say ; "It's OK, I'm free to be judged!" 😉

Mungkin di luar sana ada yang memiliki kesamaan kondisi dengan saya, saya harap sugesti dari pemikiran-pemikiran berikut ini dapat sedikit membantu ;

1) Ketahuilah bahwa tidak setiap orang memiliki waktu untuk menilai segala hal yang mereka lihat/dengar

2) Kamu harus percaya diri tapi jangan over confident. Apa yang kamu lakukan (atau apa yang kamu tulis) bisa jadi bukan apa-apa bagi mereka. It's not a big deal, it doesn't matter

3) Seandainya pun mereka memiliki penilaian terhadap diri/karyamu, percayalah bahwa itu gak akan berlangsung lama ada di pikiran mereka, mereka akan dengan cepat melupakannya

4) Penilaian dari orang lain terhadap diri kita adalah sesuatu yang gak bisa kita hindari, jadi hadapi aja

5) Jadikan penilaian dari orang lain sebagai masukan daripada menjadi sebuah tekanan

6) I bet you've heard it ; "Never explain your self. Because your friends don't need it, and your enemies won't believe it"

7) Berfikir positiflah bahwa ketika ada orang yang memberikan penilaian terhadap diri kamu atau apapun yang kamu buat itu artinya mereka sudah pay attention terhadap kamu/karyamu

8) Yang paling penting, kalau masih tetap mikirin penilaian orang lain, bayangkan bahwa kamu gak akan memulai (apalagi menyelesaikan) sesuatu (apapun) yang kamu inginkan


Saya pikir itu aja, semoga sharing pertama saya kali ini gak bikin ngantuk ada manfaatnya. Anw, terimakasih sudah mampir dan membaca sampai akhir 💛

Saturday, 3 February 2018

RESEP UDANG PANGGANG TEFLON SAUS MADU


Sebenernya siang ini gak niat masak, karena nanti mau ada rencana makan di luar sama suami, jadi saya pikir gak usah belanja apa-apa buat makan siang ini kecuali beli bahan-bahan sayur asem buat makan malem nanti, kalau-kalau sebelum maghrib kami udah di rumah.

Tapi ya dasar saya orang yang suka belanja impulsive (lah koq bangga..??) gara-gara ngeliat udang segeran dikit aja langsung main samber bawa pulang 😆 dan niat belanja sayur asemnya malah terlupakan 😅.

Sebenernya sih udangnya masih bisa dimasak buat besok atau ntar malem, tapi saya kalau ngeliat udang yang masih seger gitu bawaannya pingin langsung dimasak aja.. Tapi koq ya bingung mau dibikin apa..udah kadung lagi males masak juga karena nanti mau kencan.. ((KENCAN)).

Sambil mandangin bumbu-bumbu dapur (hazeekk) trus ngeliat ada madu di pojokan, akhirnya muncul ide buat dibikin panggang saus madu pakai teflon aja. Resepnya pun sebenernya saya belum tau karena belum pernah bikin sebelumnya, jadi main kira-kira aja campur ini itu, gak pake bumbu halus macem-macem karena pingin yang ringkes-ringkes aja. Bumbu yang diulek cuma duo bawang merah dan bawang putih, gak usah sampe halus banget, biar langsung campur dan panggang.



:: RESEP UDANG PANGGANG TEFLON SAUS MADU ::


Bahan :
300 gr udang ukuran sedang
1 bh air jeruk nipis
1/2 bh air jeruk lemon
Margarin secukupnya

Bahan Saus :
4 sdm madu
2 sdm saus tomat
3 sdm saus sambal
2 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
1 sdt kecap asin
Cabe bubuk secukupnya
Lada bubuk secukupnya
Kaldu jamur bubuk secukupnya

Bumbu yang Dihaluskan :
5 siung bawang merah
4 siung bawang putih

Cara Membuat :
1. Rendam udang dengan air jeruk nipis dan air jeruk lemon selama 30 menit, cuci bersih, sisihkan
2. Campur bumbu yang telah dihaluskan ke dalam campuran bahan saus, aduk hingga rata
3. Sisihkan sekitar 3 sdm bahan saus untuk olesan, sisanya rendam udang dengan bahan saus, aduk hingga merata, sisihkan dalam kulkas kurang lebih 1 jam (lebih enak jika disimpan semalaman agar bumbu lebih meresap)
4. Panaskan sedikit margarin di teflon, panggang udang sambil sesekali oles dengan bahan saus.

Wednesday, 31 January 2018

REKOMENDASI TEMPAT MAKAN DI BANJARNEGARA (PART 1)


Semenjak menikah dengan si Mamas, otomatis saya akan sering pulang kampung ke kampungnya si Mamas di Banjarnegara. Moment pulang kampung ini adalah sesuatu yang cukup membuat saya excited, karena saya bisa mengeksplor berbagai macam hal di tempat/daerah tersebut yang tentunya masih terbilang anyar bagi saya. Salah satunya adalah kuliner setempat.

To be honest, masih agak sulit menemukan rekomendasi tempat makan 'enak' di Banjarnegara pada pencarian Google. Memang udah ada beberapa ulasan, tapi belum sebanyak rekomendasi kuliner di berbagai kota lainnya aja. Jadi, di sini saya akan coba 'menyumbang' beberapa ulasan singkat/rekomendasi tempat-tempat makan di Banjarnegara yang telah saya coba, yang mungkin bisa menjadi referensi bagi siapapun yang (baru pertama kali) akan kesana 😊.

* * *

Di kesempatan kali ini saya mau sharing tentang 3 tempat makan di Banjarnegara yang pada libur akhir tahun kemarin saya sambangi. Untuk sementara baru ini 3 tempat makan ini aja, next time kalau saya pulang kampung lagi dan nyobain jajan/makan di luar bakal saya sambung lagi di part kedua :) Semoga dalam waktu dekat bisa pulang kampung lagi, aamiin.. ;)


MIE ONGKLOK & SATE SAPI "PAK TUGI"

Tempat makan ini kalau yang saya liat di daftar menunya, ternyata memiliki 3 lokasi berbeda. 2 di Banjarnegara, dan yang 1 lagi di Purbalingga (kalau gak salah yaa, kalau ternyata salah ya jangan marah 😛). Dan yang kali ini saya sambangi adalah yang berlokasi di Jl. Raya Semampir Banjarnegara, gak jauh dari MAN 1 Banjarnegara, tepat di pinggir jalan raya dan posisinya sebelah kiri kalau kita datang dari arah Purwokerto (atau di seberang MTs N 1).

Tempatnya cukup luas dan cukup bersih, untuk tempat duduknya most of them adalah lesehan style, tapi juga ada beberapa meja yang menggunakan kursi.

Saya dan suami memesan 1 porsi mie ongklok dan 1 porsi sate sapi tanpa ketupat. Ini adalah kali pertama saya mencoba mie ongklok, sambil menunggu mie ongklok dan sate sapinya disajikan, saya lantas Googling, apa sih mie ongklok itu?

"Mie ongklok adalah mie rebus khas kota Wonosobo dan sekitarnya.
Ongklok sendiri adalah semacam keranjang kecil dari anyaman bambu yang dipakai untuk membantu perebusan mie. Penggunaan alat bantu ini adalah khas daerah setempat sehingga diberikanlah nama mie rebus ini sesuai dengan alat tersebut."
- Wikipedia

Mie ongklok ternyata memiliki kuah yang kental, isinya (selain mie, pastinya) juga ada kol, sedikit suwiran ayam, daun bawang, dan bawang goreng (yang saya notice yaa, selebihnya lagi maap-maap aja saya kurang ngeh, udah kelaperan soalnya.. hehe). Rasanya lumayan, walaupun to be honest bukan tipikal mie yang saya suka. Worth to try, tapi nothing special (bagi saya).
 
Mie Ongklok
Satu menu lainnya yaitu sate sapi. Sate sapi ini satu porsinya berisi 10 tusuk, disajikan dengan bumbu kacang (gak tau sih mungkin bisa request/pilih bumbu mau bumbu kacang/kecap) dan surprisingly dagingnya ternyata gak alot. Dagingnya lembut, juicy, dan gak amis. Bumbu kacangnya sekilas kayak ada rasa kari-karinya. Saya dan suami sih lebih suka sate sapinya daripada mie ongkloknya.

Sate Sapi
Satu porsi mie ongklok harganya 10rb, sedangkan sate sapinya 25rb. Cukup affordable menurut saya.



MIE ONGKLOK & SATE SAPI "PAK TUGI"
Jln. Raya Semampir, Semampir, Kec. Banjarnegara, Banjarnegara, Jawa Tengah 53418
Jam Buka : Setiap hari (kecuali Kamis) 10:00 - 22:00 WIB


SAUNG BU MANSUR

Tempat makan ini memang gak berlokasi di jalan besar, posisinya agak susah ditemukan untuk orang seperti saya yang notabene memang bukan orang Banjarnegara/gak tinggal di sana. Saya dan suami pun sempat nyasar karena mencari penunjuk jalan via Google Maps dengan kata kunci pencarian "Saung Bu Mansur" (suami saya yang asli Banjarnegara pun gak tau lokasinya karena belum pernah kesana). Sekedar tips untuk temen-temen yang belum pernah kesana (dan mau kesana tapi gak tau jalannya kayak saya) sebaiknya ketik kata kunci di kolom pencarian Google Maps dengan "RM Saung Bu Mansur" instead of "Saung Bu Mansur".

Seperti namanya, tempat makan ini terdiri dari beberapa saung besar untuk makan dengan konsep lesehan. Sangat cocok untuk tempat gathering, arisan, ataupun makan bersama keluarga. Ada juga meja berpayung dengan kursi-kursi tapi sepertinya tidak banyak. Tempatnya cozy, teduh, tenang, dan nyaman. Keberadaan kolam-kolam ikan di bawah saung pun menambah daya tarik tempat makan ini.


Parkirannya luas banget
Saya dan suami memesan ayam spesial Bu Mansur, 1 yang bakar dan 1 lagi yang goreng, serta jus melon dan ice lemon tea. Kami sengaja pesan ayam spesialnya karena katanya disini menu yang paling direkomen adalah ayam spesial tsb dan juga gurame. Kami gak pesan guramenya karena sebenarnya di rumah ibu mertua lagi masak gurame juga.. hehe.

Ayam Spesial Bu Mansur (Bakar & Goreng)
Rasa ayam bakar dan gorengnya sama-sama enak, sambalnya juga enak walaupun menurut saya gak pedas. Daging ayamnya sangat lembut dan empuk, juga sama-sama ada sedikit rasa manis, entah manis dari kecap atau madu. Tapi antara ayam bakar dan ayam gorengnya menurut saya rasanya nyaris sama, kalau kata ke-sok-tau-an suami saya, mungkin karena ayam bakar dan gorengnya diungkep dengan bumbu yang sama, perbedaannya hanya setelah itu dibakar atau digoreng saja. Ayam gorengnya tidak digoreng garing seperti yang saya bayangkan, jadi mungkin itu juga yang membuat tekstur dan rasa antara ayam bakar dan gorengnya tidak terlalu terasa berbeda. But after all, menurut saya tetap enak, karena bumbunya sangat terasa sampai ke dalam daging ayamnya, gak cuma sekedar diluarannya saja.


Harga per porsi ayam spesialnya adalah 20rb, belum termasuk nasi. Nasi per porsinya 2rb, disajikan dalam bakul. Sangat disayangkan menu sayuran/tumisan yang tersedia hanya cah kangkung saja.


SAUNG BU MANSUR
Jl. Kedasih No. 55, Tretek, Parakancanggah, Banjarnegara
Jam Buka : 09:00 - 23:00 WIB


BAKSO GONDANG REJO

Sudah 3 kali saya makan di tempat ini. Letaknya sangat strategis, yaitu di pusat kota/di alun-alun Banjarnegara. Posisi persisnya, tepat di seberang patung/maskot penjual es dawet yang ada tulisan besar "BANJARNEGARA". Waktu pertama kali menginjakan kaki di kota ini (bahkan kayaknya sebelum menginjakan kaki pun), si Mamas berkali-kali bilang "Pokoknya kamu harus nyobain makan bakso gondang rejo, dulu waktu masih kecil aku suka makan di sana sama Ibu kalau lagi ke kotanya". Ya Mas.. Iyaa.. Kalau soal makan mah aku manut bae.. Hehe..

Waktu kedua kalinya saya dan Mas suami ke sini yang mana bertepatan dengan libur Idul Fitri, tempat ini benar-benar ramai dan penuh.. Kalau kata Mamas sih selalu begitu setiap libur Idul Fitri, karena warga Banjarnegara yang lagi pulang kampung biasanya gak akan melewatkan kesempatan makan di tempat ini. Dan karena tempatnya yang sangat strategis/dekat alun-alun juga (mungkin) yang membuat tempat makan ini makin ramai dikunjungi.


Baksonya seperti bakso biasa pada umumnya, cuma yang ngebuat sedikiit berbeda adalah adanya beberapa potongan kecil babat yang dimasukan ke dalam mangkuk, serta di setiap meja makan panjangnya disajikan satu keranjang ketupat sebagai karbohidrat pendamping bakso. Kalau kata Mamas sih di Banjarnegara nyaris semua tempat makan bakso memang selalu menyediakan ketupat.


Kalau boleh jujur, saya (dan Mas suami pun) ngeh kayaknya rasa bakso di sini semakin lama rasanya semakin berbeda.. Entah dari dulu rasanya memang seperti ini, atau benar sudah sedikit berubah/berbeda. Rasanya jadi tidak ada yang spesial. Biasa aja. Rasa 'daging'nya juga kurang berasa.

Tapi buat yang baru pertama kali menginjakan kaki di kota dawet ini, saya tetap merekomendasikan untuk mencoba makan di tempat ini barang sekali. Mungkin karena perkataan si Mamas yang tadi; "Kalau ke Banjarnegara harus cobain makan Bakso Gondang Rejo" hehe..

Untuk harga seporsi baksonya dibaderol dengan harga 15rb, sedangkan untuk ketupatnya 2rb per buah. Oh ya, di sini juga jual mie ayam, tapi saya belum nyobain mie ayamnya, mungkin lain waktu.


BAKSO GONDANG REJO
Jalan Tentara Pelajar, Sokanandi, Kec. Banjarnegara, Banjarnegara, Jawa Tengah 53413
Jam Buka : Setiap hari 10:00 - 18:00 WIB
< > Home
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.