Tuesday, 27 February 2018

KNOW YOURSELF!: KECEMASAN/KETAKUTAN TERHADAP PENILAIAN ORANG LAIN DAN CARA MENGATASINYA

Source image : Pexels

Pernah gak kamu bertanya sama diri kamu sendiri, jujur sama diri kamu sendiri, apa sih sebenernya kecemasan/ketakutan yang selama ini ada di diri kamu, yang tanpa sadar sering kali kamu sangkal sendiri?

Nah, kurang lebih dari pertanyaan itulah, I just realized there's something that I worry about - all this time. Sesuatu yang saya gak pernah sadar sebelumnya bahwa sebenernya itu adalah sebuah 'ancaman' buat - dan - dari diri saya sendiri. Why it could be a 'threat'? karena saya yakin kalau saya terus menerus memiliki rasa cemas/takut seperti itu, saya gak akan bisa berkembang.


Jadi, apa tepatnya kecemasan/ketakutan saya itu?

Saya selalu merasa cemas/takut bahwa segala hal yang saya lakukan serta apapun yang saya tulis atau kemukakan di umum akan dinilai oleh orang lain. Pointnya adalah saya cemas/takut terhadap penilaian orang lain. Bukan cuma itu, saya juga punya kecendrungan harus meng-explain setiap hal yang orang lain 'salah tangkap' dari saya.

Maksudnya?

Contoh paling sederhananya gini ;

Ketika saya mau share opini saya di blog ini tentang issue yang sedang berkembang di masyarakat, saya bakalan berfikir puluhan kali yang ujung-ujungnya gak akan jadi saya tulis/posting. Bukan itu aja, untuk sekedar nulis tentang 'unek-unek' atau sharing pengalaman yang pernah saya alami, saya juga selalu ragu.. Tulis enggak tulis enggak...
Kenapa? karena saya cemas, takut, apapun yang saya tulis akan dinilai sama orang lain. Saya takut bakal ada yang bilang ;

"Ini orang sebenermya lagi ngomongin apa sih, gak jelas banget tulisannya"

"Gitu aja diceritain di blog.. Baper banget"

"Ini orang sok tau banget sih"

"Lho koq kayak gitu? seharusnya kan begini begini begini..."

"Gak ngerti masalahnya aja pake segala ngasih opini"

"Suka pamer banget"

"Semua orang juga tau kalik"

"Tulisannya jelek, kalimatnya berantakan"

dan sebagainya..


(Lha, jatohnya koq gue jadi kayak suudzonan sama orang lain ya? 😑 )


Dan gak enaknya lagi, kalau memang ada orang yang salah tangkap/salah paham sama maksud saya, saya kayak ngerasa gelisah. Pingin rasanya saya langsung ngejelasin ke orang tersebut bahwa kenyataannya gak seperti yang mereka maksud. Saya gak terlalu peduli nantinya mereka akan tetap dengan pendapat/kesimpulan 'salah tangkap'nya itu atau enggak, yang penting saya terlebih dahulu HARUS menjelaskan yang sebenarnya ketika saya tau ada orang yang misunderstand sama saya. In any case. Kalau enggak, saya bakal kepikiran terus, and it will make me uncomfortable. Duh ribet kayaknya idup saya ya? 😩 (Untung ogut bukan artis, kalau ogut artis, pasti tiap ada gossip yang menerpa (((MENERPA))) langsung ogut gelar konferensi pers! 😅)


Lalu sebenernya apa alasan yang mendasari saya bisa memiliki kecemasan/ketakutan seperti itu? 

I've to admit that I'm afraid that the judgment may damage my self-image and it's like stepping on my pride. I can't accept it.
Saya tau, kedengarannya saya seperti orang yang terlalu sensitif dan arrogant. Suka - gak - suka, saya harus jujur terhadap diri sendiri, mencari tau apa sebenernya yang menjadi alasan saya memiliki kecemasan/rasa takut seperti itu karena hanya diri saya sendiri yang tau alasannya, agar kedepannya saya bisa mencari cara untuk segera mengatasinya. 


Sekarang saya sudah tau kecemasan/ketakutan apa yang saya miliki serta alasan apa yang mendasari saya bisa memiliki kecemasan/rasa takut seperti itu, lalu apakah ada solusinya?

Ketika saya curhat tentang hal ini ke Mas Farkhan, Mas Farkhan bilang ; "Pada dasarnya, kita gak bisa memaksakan apapun pendapat/keinginan kita terhadap orang lain. Gak ada bener atau salah, cuma masalah perbedaan sudut pandang aja. Kayak misal kita liat angka 9, dari point of view yang kita liat itu adalah angka sembilan, tapi kalau orang lain yang liat dari sudut pandang sebaliknya, itu bukan sembilan, melainkan enam. Sama halnya sama penilaian orang, kita berfikir 'ini bukan hal aneh' tapi mungkin bagi sudut pandang orang lain, bisa jadi itu 'agak aneh'/gak biasa. Jadi gak ada gunanya terus-terusan mikirin pendapat atau penilaian orang lain". dan yaa, saya pun mengamininya.

Saya mau setiap problem yang saya temukan pada diri saya, sebisa mungkin saya cari cara untuk mengatasinya. Karena saya sadar betul bahwa kecemasan/ketakutan tersebut gak baik untuk diri saya, juga 'kecendrungan menjelaskan' yang sebenernya gak penting untuk dilakukan. Alhamdulillah, sekarang-sekarang ini saya merasa jauh lebih baik berkat sugesti-sugesti positif yang saya tanamkan dalam diri saya, and till now I can proudly say ; "It's OK, I'm free to be judged!" 😉

Mungkin di luar sana ada yang memiliki kesamaan kondisi dengan saya, saya harap sugesti dari pemikiran-pemikiran berikut ini dapat sedikit membantu ;

1) Ketahuilah bahwa tidak setiap orang memiliki waktu untuk menilai segala hal yang mereka lihat/dengar

2) Kamu harus percaya diri tapi jangan over confident. Apa yang kamu lakukan (atau apa yang kamu tulis) bisa jadi bukan apa-apa bagi mereka. It's not a big deal, it doesn't matter

3) Seandainya pun mereka memiliki penilaian terhadap diri/karyamu, percayalah bahwa itu gak akan berlangsung lama ada di pikiran mereka, mereka akan dengan cepat melupakannya

4) Penilaian dari orang lain terhadap diri kita adalah sesuatu yang gak bisa kita hindari, jadi hadapi aja

5) Jadikan penilaian dari orang lain sebagai masukan daripada menjadi sebuah tekanan

6) I bet you've heard it ; "Never explain your self. Because your friends don't need it, and your enemies won't believe it"

7) Berfikir positiflah bahwa ketika ada orang yang memberikan penilaian terhadap diri kamu atau apapun yang kamu buat itu artinya mereka sudah pay attention terhadap kamu/karyamu

8) Yang paling penting, kalau masih tetap mikirin penilaian orang lain, bayangkan bahwa kamu gak akan memulai (apalagi menyelesaikan) sesuatu (apapun) yang kamu inginkan


Saya pikir itu aja, semoga sharing pertama saya kali ini gak bikin ngantuk ada manfaatnya. Anw, terimakasih sudah mampir dan membaca sampai akhir 💛

Saturday, 3 February 2018

RESEP UDANG PANGGANG TEFLON SAUS MADU


Sebenernya siang ini gak niat masak, karena nanti mau ada rencana makan di luar sama suami, jadi saya pikir gak usah belanja apa-apa buat makan siang ini kecuali beli bahan-bahan sayur asem buat makan malem nanti, kalau-kalau sebelum maghrib kami udah di rumah.

Tapi ya dasar saya orang yang suka belanja impulsive (lah koq bangga..??) gara-gara ngeliat udang segeran dikit aja langsung main samber bawa pulang 😆 dan niat belanja sayur asemnya malah terlupakan 😅.

Sebenernya sih udangnya masih bisa dimasak buat besok atau ntar malem, tapi saya kalau ngeliat udang yang masih seger gitu bawaannya pingin langsung dimasak aja.. Tapi koq ya bingung mau dibikin apa..udah kadung lagi males masak juga karena nanti mau kencan.. ((KENCAN)).

Sambil mandangin bumbu-bumbu dapur (hazeekk) trus ngeliat ada madu di pojokan, akhirnya muncul ide buat dibikin panggang saus madu pakai teflon aja. Resepnya pun sebenernya saya belum tau karena belum pernah bikin sebelumnya, jadi main kira-kira aja campur ini itu, gak pake bumbu halus macem-macem karena pingin yang ringkes-ringkes aja. Bumbu yang diulek cuma duo bawang merah dan bawang putih, gak usah sampe halus banget, biar langsung campur dan panggang.



:: RESEP UDANG PANGGANG TEFLON SAUS MADU ::


Bahan :
300 gr udang ukuran sedang
1 bh air jeruk nipis
1/2 bh air jeruk lemon
Margarin secukupnya

Bahan Saus :
4 sdm madu
2 sdm saus tomat
3 sdm saus sambal
2 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
1 sdt kecap asin
Cabe bubuk secukupnya
Lada bubuk secukupnya
Kaldu jamur bubuk secukupnya

Bumbu yang Dihaluskan :
5 siung bawang merah
4 siung bawang putih

Cara Membuat :
1. Rendam udang dengan air jeruk nipis dan air jeruk lemon selama 30 menit, cuci bersih, sisihkan
2. Campur bumbu yang telah dihaluskan ke dalam campuran bahan saus, aduk hingga rata
3. Sisihkan sekitar 3 sdm bahan saus untuk olesan, sisanya rendam udang dengan bahan saus, aduk hingga merata, sisihkan dalam kulkas kurang lebih 1 jam (lebih enak jika disimpan semalaman agar bumbu lebih meresap)
4. Panaskan sedikit margarin di teflon, panggang udang sambil sesekali oles dengan bahan saus.

< > Home
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.