Monday, 21 May 2018

RANDOM TALK: TENTANG HOAX DI JEJARING SOSIAL SERTA TIPS DAN CARA MENDETEKSI HOAX

Source image : Pexels

Udah hampir 2 bulan gak nulis, balik-balik bukannya bawa cerita seru misal abis jalan-jalan kemanaaa gitu atau apalah. Ini malah curhat. Tapi gapapa yaa, kali-kali aja ada yang bisa diambil pesan positifnya.

Mau ngomongin tentang HOAX nih, alias berita bohong. Sebenernya terlalu banyak hoax yang bisa kita jadiin contoh bahasan, tapi kali ini saya mau ambil contoh dari beberapa hoax yang masuk sebagai broadcast di salah satu group chat di WA saya. Contohnya gini :

contoh 1

Dan bisa ditebak, gak lama kemudian beberapa orang di group merespon dengan langsung percaya begitu aja terhadap broadcast tersebut. Denger berita seperti itu terjadi di kota tempat mereka tinggal? Panik pastinya.

By the way bantahan atas berita tersebut ada disini.

Oh ya.. Meanwhile, mengetahui bahwa kebetulan rumah keluarga saya berasal dari kelurahan dan kecamatan yang sama dengan berita tersebut, karena khawatir maka Tante saya di group WA keluarga (beda group WA ya sama group WA yang sebelumnya yang lagi dibahas) pun pernah mengirim broadcast persis seperti itu, tapi bedanya setelahnya disertai pertanyaan "Bener gak sih ini? Atau cuma hoax?" Jadi jatohnya menurut saya bukan menyebar hoax, tapi mencari konfirmasi; bener atau salah.

Contoh hoax selanjutnya, masih dalam group WA yang sama :


contoh 2

Nah, hoax ini sih yang akhirnya memicu saya untuk ngebuat tulisan ini. Sebelumnya, baca dulu bantahan untuk berita tersebut disini.

Karena udah gemas dengan hoax-hoax yang beredar di group WA tersebut, setelah check & recheck untuk memastikan benar-benar bahwa berita tersebut adalah hoax, akhirnya saya yang sebenernya hanya seorang silent reader di group WA tersebut memberanikan diri untuk menginformasikan bahwa berita itu adalah HOAX, gak lupa dengan menyertakan link bantahannya. Tujuannya? Hanya agar anggota-anggota dari group WA tersebut gak lagi-lagi dengan mudahnya percaya begitu aja terhadap berita broadcast'an yang akhirnya menimbulkan kepanikan yang tidak semestinya. Apalagi kalau ada yang kemudian membroadcast kembali berita tersebut di group-group chat yang lain. Udah deh, dijamin gak akan kelar-kelar itu hoax penyebarannya.

Maksud hati ingin mengklarifikasi, tapi tanggepan dari si penyebar berita tersebut dan beberapa anggota group yang lain koq ya malah...

"Saya hanya dapat info dari group sebelah.. Tapi mungkin memang ada baiknya Bun untuk tidak sering-sering mengkonsumsi makanan kalengan" kata si penyebar berita. Tanpa ada kata "Maaf", tanpa ada rasa gak enak udah ambil andil ikut menyebar berita bohong.

Beberapa anggota group WA tersebut pun merespon dengan kalimat senada. Intinya bahwa tetap berusaha menghindari makanan kalengan itu lebih baik dan gak ada salahnya. Waspada itu yang terpenting. Dan beberapa anggota lainnya pun ikut mengamini.

Saya? Tentu aja setuju dengan pernyataan itu. Wong pernyataan itu 100% bener koq.

TAPIII,

Yang jadi masalah dan yang saya maksud bukan isi dari berita tersebut. Bukan tentang APA BERITANYA. Ini tentang tanggung jawab kita sebagai pendistribusi/penyampai/penyebar berita, apakah berita yang kita sampaikan tersebut BENAR adanya, dan tanggung jawab kita sebagai penerima berita untuk mengkroscek apakah kabar/berita yang kita terima tersebut BENAR isinya.

Contoh, If I were in her shoes (si penyebar berita), mungkin saya akan respond dengan "Oh hoax ya ternyata?? Aduh maaf ya Buibu .. Alhamdulillah kalau pada kenyataannya gak seperti yang diberitakan ya.. Maaf belum sempat kroscek beritanya dulu tadi." OR SIMPLY "Thanks infonya." atau "Thanks klarifikasinya." SELESAI. Bukan malah mencari pembenaran.

Oh ya, di Islam pun, dalam Al Quran ada ayat yang juga menjelaskan perihal berita bohong :

"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar." (QS. An Nur : 11)

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. Al Hujurat : 6)

Kalimat denial seperti "saya cuma forward beritanya dari group sebelah koq" menurut saya justru hanya show others bahwa kita kurang bertanggung jawab dan malah 'cuci tangan' ketika kita tau bahwa apa yang kita lakukan atau berita yang kita sampaikan ternyata salah.



Berikut ini adalah TIPS DAN CARA MENDETEKSI BERITA BOHONG (HOAX) :



1) Jangan Terpancing Judul Berita yang Provokatif Tanpa Membaca Keseluruhan Isi Berita

Intinya, jangan males baca. Jangan cuma baca headline-nya aja, padahal isinya malah gak ada memberitakan seperti yang di judul.

2) Cek Sumber Berita

Coba liat, berita atau artikel tersebut dikeluarkan oleh siapa; resmi dari instansi/ahli/pihak yang berwenang bukan? Atau jangan-jangan hanya sekedar artikel yang berisi opini personal.

3) Do Our Research

Jangan telan bulat-bulat berita atau broadcast yang beredar di medsos, apalagi di group chat. Cari kebenarannya. Dengan cara apa? Googling bisa dong ya. Kalau udah googling dan liat banyak hasil pencarian yang serupa, baca satu-satu dan bandingkan berita versi situs web A, B, dan C. Kalau ada perbedaan (misal nama kota, atau lainnya) itu artinya patut dicurigain. Terlalu sama bahkan seperti copy-paste antar situs web A, B, dan C? Itu juga tandanya ada yang gak beres.

4) Cek Tanggal Publish

Sebagai contoh, berita bohong mengenai makanan kalengan seperti broadcast di atas saya terima di group WA pada bulan April tahun 2018, sedangkan ketika saya kroscek ternyata 'issue' tersebut adalah hoax tahun 2013 😲. Wow! Awet banget ya hoax-nya.

5) Cari Supporting Evidence Lain

Kalau di broadcast tersebut terdapat link pendukung, jangan males buka linknya. Beneran bisa kebuka gak linknya? Atau malah blank page gitu? Misal pun linknya bisa dibuka, coba diliat lagi situs web-nya, apakah dari web yang terpercaya?? Dan jika nama situs/web tersebut familiar/terpercaya (misal situs web salah satu portal berita atau stasiun televisi) ada baiknya cari tau lagi apakah ITU benar situs web dari portal berita atau stasiun televisi tersebut. Contoh; situs web Liputan6 yang benar penulisannya adalah www.liputan6.com bukan www.liputan6.net atau co.id, bukan juga www.liputanenam.com


Saya yakin banyak dari kita yang udah sadar hoax, tapi gak menutup mata bahwa pada kenyataannya juga masih banyak orang-orang di sekitar kita yang belum paham dengan hal itu. Yang harus kita ingat adalah kita harus bener-bener paham dan BERTANGGUNG JAWAB terhadap kabar/berita yang kita sampaikan ke orang lain, khususnya ke khalayak ramai. Dan yang terpenting, jangan suka ikut-ikutan share/forward berita/artikel yang belum jelas kebenarannya.

HOAX itu pembodohan publik. Masa kita mau aja sih gampang dibodoh-bodohin dan dibuat ricuh dengan adanya hoax? Yakin mau? :)



1 comment:

  1. Biasanya judul berita menyimpang jauh dari isi beritanya, mreka cuma memancing org buat ngeklik & memcuci orang yg males baca, cuma menyimpulkan cuma dr judul. Harus hati2 bgt ya mbak kalau baca berita, jgn smpe jd korban berita hoax

    ReplyDelete

Thank you for dropping by :) I really love to hear what you think ^^

emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.